Bogor (ANTARA News) -Tokoh Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Assihiddiqie Selasa mengemukakan, Indonesia merupakan negara terbesar keempat dengan penduduk terbanyak di dunia yang memiliki peran penting dalam peradaban global.

“Indonesia memiliki peran dan potensi besar dalam membangun peradaban global,” kata Jimly Assidiqie di sela-sela penutupan Muktamar ke-V ICMI yang dilangsungkan di IICC Kota Bogor.

Muktamar ke-V ICMI dilaksanakan mulai Sabtu dan berakhir pada Selasa, dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta.

Jimly Assidiqie yang juga anggota Watimpres RI mengungkapkan, dengan populasi penduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia dapat memainkan peran dalam membangun peradaban global.

“Dengan jumlah penduduk yang dimiliki saat ini, menempatkan Indonesia sebagai peradaban terbesar keempat di dunia,” terang Jimly.

Oleh karena itu, Jimly mengajak ICMI dan segenap komponen bangsa agar mengelola potensi besar sebagai peradaban terbesar di dunia dengan mewujudkan tatanan masyarakat yang berakhlak mulia atau peradaban madani.

Peradaban madani tersebut perlu diperjuangkan guna meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan bagi semua komponen bangsa.

“Tugas kita semua untuk mewujudkan peradaban madani, yang dapat menempatkan Indonesia sebagai peradaban terbesar keempat di dunia,” demikian Jimly Assidiqie.

Al Ghadir adalah hari raya terbesar setelah Idul Fitri dan Adha

Karena Al Ghadir adalah Hari disempurakannya ISLAM- Imam Jafar As Shodiq AS

Pengangkatan Khalifah ALLAH…

Pengangkatan khalifah Nabi saw itu terjadi tatkala beliau dan rombongan jemaah haji dalam perjalanan pulang mereka dari haji Wada’. Ketika itu, beliau mengumpulkan semua jemaah haji di satu tempat yang dikenal dengan nama “Ghadir Khum”. Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan khutbahnya yang panjang. Kepada kaum muslimin beliau bertanya:

“Bukankah aku ini lebih utama daripada diri kalian sendiri?”

Serempak mereka menjawab:

“Benar, ya Rasulullah ….”

Kemudian Nabi saw memegang tangan Ali bin Abi Thalib as dan mengangkatnya di hadapan mereka semua, lalu berkata, “Barang siapa yang menjadikan aku ini sebagai pemimpinnya, maka sungguh Ali adalah pemimpinnya.”

Dengan demikian, Nabi saw telah menetapkan wilayah Ilahiyah itu atas Imam Ali as. Segera setelah itu, seluruh kaum muslimin yang hadir di tempat itu bangkit membaiatnya. Di antara mereka, tidak ketinggalan pula khalifah kedua, Umar bin Khattab. Kepadanya Umar mengucapkan selamat dan berkata, “Engkau beruntung sekali wahai Ali. Kini engkau telah menjadi pemimpinku dan pemimpin seluruh masyarakat yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan.”

Pada hari yang agung tersebut, turunlah ayat yang berbunyi, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian, dan telah Aku lengkapi pula nikmat-Ku atas kalian, dan Aku pun rela Islam sebagai agama kalian.

Dengan turunnya ayat ini, Rasul saw mengucapkan takbir lalu berkata, “Kesempurnaan kenabianku dan kesempurnaan agama Allah itu terletak pada wilayah Ali sepeninggalku.”

Seorang ulama Ahlusunah terkemuka bernama Al-Juwaini menukil sebuah riwayat, “Ketika ayat tersebut turun, Abu Bakar dan Umar berkata, ‘Ya Rasul Allah, apakah kepemimpinan ini dikhususkan untuk Ali?’

Rasul menjawab, ‘Ya, wilayah (kepemimipinan) ini diturunkan untuknya dan untuk para washi-ku sampai Hari Kiamat.’

Lalu kedua nya berkata lagi, ‘Ya Rasul Allah, jelaskanlah kepada kami siapa sajakah mereka itu?’

Beliau menjawab, ‘Mereka itu adalah Ali, ia adalah saudaraku, wazirku, pewarisku, washiku dan khalifahku bagi umatku, dan dialah wali (pemimpin) setiap mukmin sepeninggalku, kemudian setelahnya adalah cucuku Al-Hasan, kemudian cucuku Al-Husein dan kemudian sembilan orang dari putra-putra keturunan Al-Husein secara berurutan. Al-Qur’an senantiasa bersama mereka, sebagaimana mereka selalu bersama Al-Qur’an, keduanya itu tidak akan pernah berpisah hingga mereka menjumpaiku di telaga Surga.”

[Ghayatul Maram, bab 58, hadis ke-4.]

Umar dan Abu Bakar Beri Selamat Pada ‘Ali di Ghadir Kum

Sesudah itu ‘Umar bin Khaththab datang bersama jemaah menemui ‘Ali dan ‘Umar berkata: ‘Alangkah bahagianya Anda (hani’an laka) wahai Ibnu Abi Thalib, Anda menjadi maula setiap mu’min dan mu’minat!’ Dan di riwayat lain: ‘Beruntung Anda (bakhin bakhin laka) wahai Ibnu Abi Thalib!’. Dan dalam riwayat lain: ‘Beruntungnya ‘Ali! (bakhin ya ‘Ali) engkau menjadi maula kaum mu’minin dan mu’minat!

Ada dengan lafal: “Hani’an laka yabna Abi Thalib! ashbahta wa amsaita maula kulli mu’minin wa mu’ininat!” (Selamat bagimu, hai Ibnu Abu Thalib, engkau telah menjadi maula setiap mu’min dan mu’minat). Ada dengan lafal: “Hani’an laka, ashbahta wa amsaita maula kulli muminin wa muminat!” (tanpa yabna Abi Thalib). Ada “Amsaita yabna Abi Thalib maula kulli mu’minin wa mu’minat yang punya arti sama. Ada “Hani’an laka yabna Abi Thalib, ashbahta maulaya wa maula kulli mu’minin wa mu’minat” (Selamat ya Ibnu Abi Thalib, engkau telah menjadi maulaku dan maula setiap mu’min dan mu’minat). Ada yang berlafal: “Bakhin, bakhin yabna Abi Thalib! yang punya arti serupa. Ada pula dengan lafal: “Bakhin ya aba’l Hasan.. (Selamat ya ayah dari Hasan..!). Ada lagi: “Thuba laka ya abal Hasan.. (Beruntung Anda, ya ayah dari Hasan!). Ada pula: “Bakhin, bakhin laka ya aba’l hasan” (Selamat ya ayah dari Hasan!)

[Syawahid at-Tanzil, jilid 1, hlm. 101. Untuk lafal terakhirlihatlah Musnad Ahmad, jilid 4, hlm. 281, Sunan Ibnu Majah, Bab Fadhail 'Ali dan Muhibbuddin Thabari, Ar-Riyadh an-Nadhirah, hlm. 169. Lihat juga Ibnu Katsir, Tarikh, jilid 5, hlm. 210.]

Mengenai pidato Rasul Allah saw di Ghadir Khumm bila dirangkaikan dari catatan-catatan sejarahwan dan ‘ulama Sunni. Sumber-sumbernya hampir tidak terhitung jumlahnya dan barangkali memerlukan beberapa buku terpisah untuk membicarakannya. Mengenai pidato Rasul Allah di Ghadir Khumm, L. Veccia Vaglieri berkata:

Akan tetapi pasti bahwa Muhammad telah berbicara di tempat ini dan mengucapkan kalimat terkenal tersebut karena laporan peristiwa ini telah terpelihara dalam bentuk singkat atau dalam bentuk terinci, bukan hanya oleh al-Ya’qubi yang terkenal bersimpati pada ‘Ali, tapi juga dalam kumpulan-kumpulan hadis yang dianggap shahih, terutama dalam Musnad Ibnu Hanbal; dan hadis-hadis adalah demikian banyak dan teruji demikian baik dari berbagai-bagai isnad, sehingga tidak mungkin menolaknya.

[ "Ghadir Khumm", Encyclopedia of Islam, New Edition, Leiden 1965, jilid 3, hlm. 993-994.]

Husain al-Mahfuzh, dalam penelitiannya tentang Ghadir Khumm, mendapatkan catatan-catatan yang paling sedikit dari 110 Sahabat Nabi, 84 tabi’in, 355 ulama, 25 ahli sejarah, 27 ahli hadis, 11 mufasir, 18 ahli ilmu kalam dan 5 ahli bahasa dalam bukunya Tarikh asy-Syiah.

[al-Amini, al-Ghadir, jilid 1, hlm. 3, 158.]

Posted by: fuadbayt | 11 Nopember 2010

Akhirat 1 Menit 49 Detik

Akhirat 1 Menit 49 Detik

Akhirat 1 Menit 49 Detik
ilustrasi

Berbagai bencana alam, kembali menimpa bangsa Indonesia. Mulai dari ‘tsunami’ kecil di Wasior, Papua, yang menewaskan lebih dari 150 orang, disusul banjir di Jakarta yang mampu menghentikan denyut jantung aktivitas perekonomian Ibu Kota, lalu gempa dan tsunami di pantai Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat, yang merenggut lebih dari 115 nyawa, hingga awan panas Gunung Merapi yang mencapai suhu 8000C di Yogyakarta, seakan ikut andil untuk ‘menyapa’ manusia. Fenomena alam ini tak ubahnya secuil bukti kemahakuasaan Allah untuk menggambarkan betapa kecilnya kuasa manusia di dunia.

Lebih dari empat miliar tahun planet bumi diciptakan beserta sumber dayanya, tak lain adalah untuk memfasilitasi hidup manusia. Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk nomaden yang berasal dari alam azali, berpindah ke alam rahim, lalu lahir ke alam dunia. Selanjutnya, diantarkan ke alam barzakh dengan tempat pemberhentian di alam akhirat.

Sesungguhnya, batas waktu (time limit) khalifah di bumi ini sangat singkat. Ia laksana seorang pengembara yang mampir untuk sekadar minum. Begitulah Rasullullah SAW menggambarkan kehidupan manusia di dunia.

Setiap bayi yang lahir di alam fana ini tidak punya pilihan untuk hidup, kecuali dengan dua buah kitab, yakni kitab catatan perbuatan baik (sijjin) dan perbuatan buruk (illiyin). Itulah yang akan menyertainya sampai akhirat nanti. Ditambah lagi, dengan amanah Allah yang khusus diberikan kepada manusia, yakni shalat.

Suatu ketika sahabat melihat Ali bin Abi Thalib RA ketika berwudhu. Kulitnya tampak berwarna kuning, dan badannya gemetar ketika shalat. Sahabat lain yang menyaksikannya kemudian bertanya kepada menantu Rasullullah itu. “Wahai Ali, mengapa engkau kelihatan seperti tidak sehat ketika berwudhu dan shalat?” Ali menjawab; “Bagaimana aku tidak gemetar, jika gunung, pohon, dan makhluk lainnya saja, tidak sanggup memegang amanah Allah ini.”

Hidup di dunia sangatlah singkat, tak sebanding dengan kehidupan di akhirat. “Para malaikat dan Jibril naik menghadap Allah, dalam sehari setara dengan 50 ribu tahun.” (QS Al-Maarij [70]: 4).

Berarti, waktu sehari di akhirat sama dengan 50 ribu tahun di dunia. Bila dikonversikan dengan umur manusia berdasarkan usia Rasullullah SAW (63 tahun), maka kehidupan manusia setara dengan 1 menit 49 detik di akhirat. Suatu waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, berhitunglah! Wallahu a’lam.

Posted by: fuadbayt | 26 Agustus 2010

Ali bin Abi Thalib dan Hukum

GB
Jakarta - Bagi Anda yang merasa frustasi dengan keadaan hukum saat ini dan tingkah polah pemimpin dan penegak hukum, kisah yang terjadi belasan abad yang lalu ini menarik untuk disimak.

Alkisah pada masa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, ia kehilangan baju dir’a (baju besi) miliknya. Tidak berapa lama, ia mendapati baju besinya ada pada seorang Yahudi. Namun, ketika ditanya Ali, orang Yahudi itu bersikukuh bahwa baju besi itu adalah miliknya. Akhirnya, keduanya sepakat untuk membawa perkara itu ke hadapan hakim.

Setelah mendengar duduk perkaranya, hakim yang bernama Syuraih bertanya kepada Ali, apakah ia mempunyai bukti-bukti yang mendukung pernyataannya. Ali pun menghadirkan dua saksi, yaitu pembantunya, Qanbar dan anaknya, Hasan bin Ali, cucu Rasulullah Saw.

Sang hakim menerima kesaksian pembantu Ali, namun menolak kesaksian Hasan, karena kesaksian seorang anak kepada ayahnya tidak dapat diterima di hadapan hukum. Ali pun berkata pada hakim Syuraih, “Tetapi apakah Anda tidak pernah mendengar Rasulullah yang menyatakan bahwa Hasan dan Husain adalah pemuda penghuni surga”.

Syuraih membenarkan pernyataan Ali itu namun tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak bisa menerima kesaksian Hasan. Karena hanya ada satu orang saksi, akhirnya hakim memutuskan bahwa baju besi tersebut adalah milik si Yahudi. Ali, sang Amirul Mukminin, dikalahkan dalam persidangan tersebut. Dengan besar hati, Ali menyatakan menerima keputusan hakim.

Melihat seorang pemimpin jazirah Islam dikalahkan di pengadilan padahal lawannya seorang non-muslim dan sang pemimpin menerima putusan itu, Yahudi itupun serta merta mengakui bahwa baju besi tersebut adalah benar milik Ali dan ia menyatakan bahwa sebuah agama yang menyuruh hal tersebut pastilah benar. Orang Yahudi itu pun mengucapkan kalimat syahadat dan menyatakan masuk Islam. Menyaksikan hal itu, Ali menghadiahkan baju besi tersebut kepada si Yahudi disertai dengan hadiah lainnya.

Posted by: fuadbayt | 9 Agustus 2010

Lagu Burung Kakak Tua Bergema di London

Lagu Burung Kakak Tua Bergema di London
Senin, 9 Agustus 2010 | 12:56 WIB
www.TPGImages

LONDON, KOMPAS.com–Lagu Burung Kakak Tua yang dilantunkan remaja berkulit putih dan bermata biru bergema di lapangan Queens Park Community School London dalam acara Summer Proklamasi Gathering yang digelar KBRI London bersama Wadah Indonesia pada akhir pekan kemarin.

Para peserta kursus Indonesia yang ditujukan masyarakat Inggris yang ada di London itu ingin mempraktekan kebolehan dengan bernyanyi, ujar Ketua Perhimpunan Wadah Masyarakat Indonesia, Aidinal Alrasyid kepada koresponden Antara London.

Peserta kursus bahasa Indonesia yang digelar setiap minggu itu unjuk kemahirannya dalam bernyanyi lagu dalam Bahasa Indonesia itu mendapat sambutan masyarakat Indonesia yang hadir dalam acara pesta rakyat termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia dan Ny Sandra Thamrin.

Sekitar 500 masyarakat Indonesia yang datang dari berbagai kota di Inggris seperti Manchester, Birmingham, Leed, Nothingham dan London sekitarnya tidak saja menikmati hiburan band yang dimainkan kelompok musik binaan KBRI London itu juga menikmati beragam makanan yang dijual oleh masyarakat Indonesia.

Acara pesta rakyat yang disponsor KBRI Inggris Raya dan Irlandia bersama perwakilan kantor Bank Negara Indonesia London, perwakilan Bank Indonesia London, dan perwakilan Bank Mandiri serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan berlangsung meriah meskipun hujan membasahi lapangan bekas sekolah Indonesia London.

Acara pesta rakyat ini memang dari masyarakat untuk masyarakat, ujar Aidinal Alrasyid yang juga aktif dalam memperkenalkan pencak silat dikalangan masyarakat Inggris.

Dikatakannya acara ini bukan hanya untuk orang Indonesia, tapi untuk orang yang punya kepentingan atau ketertarikan kepada Indonesia.

Pesta Rakyat yang digelar dalam rangkaian memperingati ulang tahun RI ke 65 antara lain diisi dengan berbagai kegiatan lomba olahraga seperti bola volley - ping pong - sepak bola- futsal dan tarik tambang yang diikuti dengan pesta rakyat yang digelar di Queens Park Community School, Aylestone Avenue, London

Bazaar yang menjual makakan Indonesia mulai dari bakso, mpek2, syomai, lontong sayur, nasi Padang campur serta sate Padang serta rujak serut itu habis dibeli masyarakat yang rindu akan makanan Indonesia

Kang Ardhy yang menjual bakso serta rendang padang dan dendeng cabe ijo, sambal balado jengky , dagangannya sudah habis dipesan sebelum acara dimulai.

Begitupun dagangan Tiwi Pryce yang baru merintis usaha menjual makanan ringan Indonesia dengan Indo Direct Foods Ltd (?IDF?) perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan di Indonesia berusaha untuk memperkenalkan makanan ringan seperti rempeyek kacang, tempe dan ikan teri serta bubur instant itu .

Misi kami adalah untuk diakui sebagai pemasok terpercaya kualitas makanan dan minuman Indonesia produk yang dijual langsung ke publik melalui internet, ujar Tiwi yang sehari hari bekerja di daerah perkantoran bergensi Canary Wharf.

Tiwi yang berusaha memperkenalkan makanan Indonesia di Inggris itu memberikan pelayanan dengan cara pemesanan online.

Sementara itu Dian Pangestuti Neilson yang ikut meramaikan dengan menjual rujak serut dan nasi uduk serta lapis Surabaya mengakui merasa senang mendapat kesempatan untuk ikut berjualan makanan.

“Lumayan untuk menambah `pocket money`, dan bertemu teman-teman yang sudah lama tidak bersua,” ujar ibu tiga jagoan dibawah 10 tahun.

Menurut Dian, acara pesta rakyat terkesan kurang dirancang dengan rapih selain cuaca yang tidak memungkinkan yang sebentar bentar hujan itu seharusnya panitia menyediakan tenda yang cukup besar untuk yang jualan.

Selain itu Dian juga ingin menyampaikan protes kepada panitia, karena tidak mendapatkan minum gratis, apalagi seharian berkali-kali datang hujan dan cukup deras, saya membayangkan nikmatnya minum teh hangat ketika menunggu dagangan, dan cuaca agak dingin ketika hujan turun, ujarnya wanita belia.

Selain itu Dian merasa kagum dengan kesederhaaan Ny Sandra Thamrin. “Ada kesan yang menarik ketika pertama kali bertemu Ibu Dubes yang melintas didepan tenda jualan kami, beliau keliatan sangat sederhana, tidak tampak layaknya seorang istri pejabat, sangat `low profile` dan kelihatannya sedikit pemalu,” ujar Dian.

Diakuinya untuk ikut meramaikan pesta rakyat ia membutuhkan kerja ekstra, persiapan seminggu sebelum masak tidak mudah sambil mengurus tiga anak laki-laki dirumah yang sedang libur sekolah, saat di dapur ada-ada saja yang mereka inginkan, kadang harus melerai ketika mereka berkelahi di tengah-tengah kesibukan memasak, ujarnya.

Saya benar benar sangat menghargai seorang yang mata pencahariannya berdagang, yang ketar-ketir menunggu pembeli , sungguh penuh harapan, padahal saya mencari pocket money, ujar Dian yang bergabung bersama rekan rekannya membuka stall makanan.

Dalam rangkaian peringatan HUT RI ke 65 yang bertemakan “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Sukseskan Reformasi Gelombang Kedua, Untuk Terwujudnya Kehidupan Berbangsa Yang Makin Sejahtera, Makin Demokratis dan Makin Berkeadilan” juga digelar upacara bendera.

Koordinator Umum HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI, Nurchahyanto Subandi Atase Pertahanan mengatakan upacara Pengibaran Bendera yang akan diselenggarakan pada Selasa, 17 Agustus 2010 bertempat di Wisma Nusantara, Bishop?s Grove, The Bishop?s Avenue, London.

Untuk itu kepada para undangan diharapkan berbusana PSL (berpeci) untuk pria dan Pakaian Nasional / Bebas Rapi untuk ibu ibu, demikian Nurchahyanto Subandi.

Posted by: fuadbayt | 26 Mei 2010

Yang Jenius Sejak Kecil

Senin, 17 Mei 2010 - 14:05 wib

LEONARDO di ser Piero da Vinci atau yang lebih dikenal sebagai Leonardo da Vinci, seringkali dijuluki sebagai arketipe ”manusia renaisans” dan jenius universal.

Dunia juga mengenal jenius lain, seperti John Stuart Mills (filosof) atau Albert Einstein (ilmuwan). Mereka dianggap jenius karena telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tetapi, kejeniusan seseorang akan menjadi luar biasa ketika hal itu ditunjukkan sejak kecil. Hal inilah yang dicapai sejumlah ”anak ajaib” di dunia. Sebut saja William James Sidis, manusia yang memiliki intelligence quotient (IQ) atau tingkat intelektualitas mencapai kisaran 250–300. Sidis disebut sebagai anak ajaib karena di usia 8 bulan sudah mampu makan sendiri dengan menggunakan sendok. Bahkan, di usia 2 tahun dia menjadikan Koran ternama di Amerika Serikat, New York Times sebagai teman sarapan pagi.

Hebatnya lagi, di usia 8 tahun Sidis sudah menulis beberapa buku di antaranya tentang anatomi dan astronomi. Kejeniusan Sidis semakin bertambah ketika pada usia 11 tahun diterima di Universitas Harvard sebagai mahasiswa termuda. Bahkan, salah satu universitas ternama itu takjub ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para profesor matematika. Kejeniusan Sidis tak lepas dari peran ayahnya, Boris Sidis, seorang psikolog andal berdarah Yahudi yang lulusan Universitas Harvard. Boris menjadikan anaknya sebagai ”prototype” untuk model pendidikan baru. Pola ini untuk menyerang sistem pendidikan konvensional yang dianggap menjadi biang keladi kejahatan dan kriminalitas. Rupanya, hal ini membuat Sidis tersiksa. Dia meninggal pada usia 46 tahun, sebuah saat di mana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktif.

Parahnya lagi, Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Tetapi, kisah tragis kejeniusan Sidis tidak dialami tokoh lain seperti Pablo Picasso. Picasso yang lahir 25 Oktober 1881, selain dikenal sebagai salah satu anak ajaib, juga merupakan salah seorang dengan nama terpanjang di dunia, yaitu Pablo Diego José Francisco de Paula Juan Nepomuceno María de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Martyr Patricio Clito Ruíz y Picasso. Disebut ajaib karena minatnya terhadap proses pembuatan lukisan sudah terlihat ketika dia masih belum dapat berbicara. Kata pertama yang dapat diucapkan ketika masih bayi adalah ”piz” yang merupakan kependekan dari kata ”lapiz”yang dalam bahasa Spanyol berarti pensil. Pada usia 7 tahun, Picasso mendapat pendidikan formal bidang artistik dan seni lukis dari ayahnya. Sejak itu karya-karya masterpiece Picasso dimulai.

Nama Howard Philips Lovecraft juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu anak ajaib di dunia. Dia adalah salah seorang penulis horor yang paling berpengaruh di abad 20. Lovecraft belajar membaca pada usia 2 tahun dan mulai menulis puisi yang rumit pada usia 6 tahun. Hal yang menumbuhkan minat Lovecraft terhadap sastra adalah kakeknya yang memberikan karya klasik, seperti The Arabian Night dan The Iliad and The Odissey untuk dibaca. Kakeknya pula yang menyetir minat Lovecraft pada cerita gothic horror dengan menceritakan cerita-cerita seram karangannya sendiri.

Tokoh lain yang juga menunjukkan kejeniusan sejak kecil adalah Wolfgang Amadeus Mozart. Komponis dan pianis brilian ini merupakan salah satu anak ajaib paling ternama dalam sejarah.

Dia mulai belajar memainkan piano pada usia 4 tahun, meng-compose lagu pertamanya pada usia 5 tahun. Pada usia 8 tahun, Mozart mengarang simfoninya yang pertama. Namun, Mozart tidak berumur panjang. Dia meninggal dunia pada usia 35 tahun. Sepanjang hidupnya, Mozart telah mengarang sekira 600 komposisi untuk simfoni,opera, piano, orkestra, dan lain-lain. Di samping tokoh-tokoh di atas, rasanya tidak adil jika menelisik anak ajaib tanpa menyebutkan Kim Ung-Yong. Pria kelahiran 7 Maret 1963 ini dikenal sebagai orang superjenius. Dalam catatan resmi Guinness Book of Record, Ung- Yong disebut sebagai manusia dengan IQ tertinggi saat ini, yaitu 210. Dia mulai berbicara pada usia 6 bulan dan mulai bisa percakapan pada usia 1 tahun.

Pada usia 3 tahun, Ung-Yong bisa membaca dan menulis dalam empat bahasa (Jepang, Korea, Jerman, dan Inggris). Ung-Yong menjadi mahasiswa jurusan fisika di Universitas Hanyang sejak usia 4 tahun hingga berusia 7 tahun. Pada usia 6 tahun, dia menunjukkan kemampuan menyelesaikan soal kalkulus integral dan differential yang sangat kompleks pada suatu acara TV di Jepang.

Di era globalisasi, sejumlah anak ajaib juga muncul. Sebut saja Gregory Smith, bocah kelahiran 9 Juni 1989 ini sekarang menjabat sebagai Presiden International Youth Advocates, lembaga internasional yang peduli terhadap anak-anak. Smith dapat membaca pada usia 2 tahun dan mulai kuliah pada usia 10 tahun setelah lulus dari Orange Park High School.

Pada 2003 lulus cum laude dengan gelar Sarjana Sains bidang matematika, juga pada studi minor untuk bidang sejarah dan biologi dengan honor dari Randolph-Macon College dengan meraih anugerah ”Force For Good Lifetime Achevement Award.” Di usia 14 meraih beasiswa USD50.000 tiap tahun dari Jack Kent Cooke. Nama bocah ajaib asal India Akrit Jaswal (lahir pada 23 April 1993) juga masuk dalam daftar. Saat ini, Akrit tercatat sebagai mahasiswa dan dokter India termuda dalam sejarah. Dia melakukan operasi bedah pertamanya pada usia 7 tahun. Kejeniusan Akrit sudah terlihat sejak masih balita. Dapat berbicara pada usia 10 bulan, dan di usia 5 tahun sudah membaca seluruh buku karangan William Shakespeare. Pada usia 11 tahun diterima sebagai mahasiswa di Punjab University.

Membicarakan anak ajaib rasanya tidak lengkap tanpa menyebut Cleopatra Stratan (lahir 6 Oktober 2002). Bocah asal Chisinau, Moldova ini adalah pencatat sejarah di industri musik sebagai seorang penyanyi dengan bayaran 1.000 euro per lagu lewat albumnya pada 2006 La vârsta de trei ani. Gadis cilik lain yang juga ajaib adalah Elaina Smith (7), yang dikenal sebagai penyiar terkenal di Inggris. Murid SD ini menjadi penyiar radio termuda.

Posted by: fuadbayt | 26 Mei 2010

Yang Jenius Sejak Kecil

Senin, 17 Mei 2010 - 14:05 wib

LEONARDO di ser Piero da Vinci atau yang lebih dikenal sebagai Leonardo da Vinci, seringkali dijuluki sebagai arketipe ”manusia renaisans” dan jenius universal.

Dunia juga mengenal jenius lain, seperti John Stuart Mills (filosof) atau Albert Einstein (ilmuwan). Mereka dianggap jenius karena telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tetapi, kejeniusan seseorang akan menjadi luar biasa ketika hal itu ditunjukkan sejak kecil. Hal inilah yang dicapai sejumlah ”anak ajaib” di dunia. Sebut saja William James Sidis, manusia yang memiliki intelligence quotient (IQ) atau tingkat intelektualitas mencapai kisaran 250–300. Sidis disebut sebagai anak ajaib karena di usia 8 bulan sudah mampu makan sendiri dengan menggunakan sendok. Bahkan, di usia 2 tahun dia menjadikan Koran ternama di Amerika Serikat, New York Times sebagai teman sarapan pagi.

Hebatnya lagi, di usia 8 tahun Sidis sudah menulis beberapa buku di antaranya tentang anatomi dan astronomi. Kejeniusan Sidis semakin bertambah ketika pada usia 11 tahun diterima di Universitas Harvard sebagai mahasiswa termuda. Bahkan, salah satu universitas ternama itu takjub ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para profesor matematika. Kejeniusan Sidis tak lepas dari peran ayahnya, Boris Sidis, seorang psikolog andal berdarah Yahudi yang lulusan Universitas Harvard. Boris menjadikan anaknya sebagai ”prototype” untuk model pendidikan baru. Pola ini untuk menyerang sistem pendidikan konvensional yang dianggap menjadi biang keladi kejahatan dan kriminalitas. Rupanya, hal ini membuat Sidis tersiksa. Dia meninggal pada usia 46 tahun, sebuah saat di mana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktif.

Parahnya lagi, Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Tetapi, kisah tragis kejeniusan Sidis tidak dialami tokoh lain seperti Pablo Picasso. Picasso yang lahir 25 Oktober 1881, selain dikenal sebagai salah satu anak ajaib, juga merupakan salah seorang dengan nama terpanjang di dunia, yaitu Pablo Diego José Francisco de Paula Juan Nepomuceno María de los Remedios Cipriano de la Santísima Trinidad Martyr Patricio Clito Ruíz y Picasso. Disebut ajaib karena minatnya terhadap proses pembuatan lukisan sudah terlihat ketika dia masih belum dapat berbicara. Kata pertama yang dapat diucapkan ketika masih bayi adalah ”piz” yang merupakan kependekan dari kata ”lapiz”yang dalam bahasa Spanyol berarti pensil. Pada usia 7 tahun, Picasso mendapat pendidikan formal bidang artistik dan seni lukis dari ayahnya. Sejak itu karya-karya masterpiece Picasso dimulai.

Nama Howard Philips Lovecraft juga tidak bisa dilepaskan sebagai salah satu anak ajaib di dunia. Dia adalah salah seorang penulis horor yang paling berpengaruh di abad 20. Lovecraft belajar membaca pada usia 2 tahun dan mulai menulis puisi yang rumit pada usia 6 tahun. Hal yang menumbuhkan minat Lovecraft terhadap sastra adalah kakeknya yang memberikan karya klasik, seperti The Arabian Night dan The Iliad and The Odissey untuk dibaca. Kakeknya pula yang menyetir minat Lovecraft pada cerita gothic horror dengan menceritakan cerita-cerita seram karangannya sendiri.

Tokoh lain yang juga menunjukkan kejeniusan sejak kecil adalah Wolfgang Amadeus Mozart. Komponis dan pianis brilian ini merupakan salah satu anak ajaib paling ternama dalam sejarah.

Dia mulai belajar memainkan piano pada usia 4 tahun, meng-compose lagu pertamanya pada usia 5 tahun. Pada usia 8 tahun, Mozart mengarang simfoninya yang pertama. Namun, Mozart tidak berumur panjang. Dia meninggal dunia pada usia 35 tahun. Sepanjang hidupnya, Mozart telah mengarang sekira 600 komposisi untuk simfoni,opera, piano, orkestra, dan lain-lain. Di samping tokoh-tokoh di atas, rasanya tidak adil jika menelisik anak ajaib tanpa menyebutkan Kim Ung-Yong. Pria kelahiran 7 Maret 1963 ini dikenal sebagai orang superjenius. Dalam catatan resmi Guinness Book of Record, Ung- Yong disebut sebagai manusia dengan IQ tertinggi saat ini, yaitu 210. Dia mulai berbicara pada usia 6 bulan dan mulai bisa percakapan pada usia 1 tahun.

Pada usia 3 tahun, Ung-Yong bisa membaca dan menulis dalam empat bahasa (Jepang, Korea, Jerman, dan Inggris). Ung-Yong menjadi mahasiswa jurusan fisika di Universitas Hanyang sejak usia 4 tahun hingga berusia 7 tahun. Pada usia 6 tahun, dia menunjukkan kemampuan menyelesaikan soal kalkulus integral dan differential yang sangat kompleks pada suatu acara TV di Jepang.

Di era globalisasi, sejumlah anak ajaib juga muncul. Sebut saja Gregory Smith, bocah kelahiran 9 Juni 1989 ini sekarang menjabat sebagai Presiden International Youth Advocates, lembaga internasional yang peduli terhadap anak-anak. Smith dapat membaca pada usia 2 tahun dan mulai kuliah pada usia 10 tahun setelah lulus dari Orange Park High School.

Pada 2003 lulus cum laude dengan gelar Sarjana Sains bidang matematika, juga pada studi minor untuk bidang sejarah dan biologi dengan honor dari Randolph-Macon College dengan meraih anugerah ”Force For Good Lifetime Achevement Award.” Di usia 14 meraih beasiswa USD50.000 tiap tahun dari Jack Kent Cooke. Nama bocah ajaib asal India Akrit Jaswal (lahir pada 23 April 1993) juga masuk dalam daftar. Saat ini, Akrit tercatat sebagai mahasiswa dan dokter India termuda dalam sejarah. Dia melakukan operasi bedah pertamanya pada usia 7 tahun. Kejeniusan Akrit sudah terlihat sejak masih balita. Dapat berbicara pada usia 10 bulan, dan di usia 5 tahun sudah membaca seluruh buku karangan William Shakespeare. Pada usia 11 tahun diterima sebagai mahasiswa di Punjab University.

Membicarakan anak ajaib rasanya tidak lengkap tanpa menyebut Cleopatra Stratan (lahir 6 Oktober 2002). Bocah asal Chisinau, Moldova ini adalah pencatat sejarah di industri musik sebagai seorang penyanyi dengan bayaran 1.000 euro per lagu lewat albumnya pada 2006 La vârsta de trei ani. Gadis cilik lain yang juga ajaib adalah Elaina Smith (7), yang dikenal sebagai penyiar terkenal di Inggris. Murid SD ini menjadi penyiar radio termuda.

Posted by: fuadbayt | 18 Februari 2010

Rokok Bukan Penyumbang Devisa Tapi Penyumbang Kerugian Negara

img
Ilustrasi (Foto: mirror.co.uk)

Jakarta, Selama ini rokok dibilang sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara padahal nyatanya rokok justru menyumbang kerugian terbesar negara. Kerugian yang ditimbulkan rokok bukan hanya masalah kesehatan saja tapi juga masalah moral dan finansial.

Menurut data Depkes tahun 2004, total biaya konsumsi atau pengeluaran untuk tembakau adalah Rp 127,4 triliun. Biaya itu sudah termasuk biaya kesehatan, pengobatan dan kematian akibat tembakau. Sementara itu penerimaan negara dari cukai tembakau adalah Rp 16,5 triliun.

“Artinya biaya pengeluaran untuk menangani masalah kesehatan akibat rokok lebih besar 7,5 kali lipat daripada penerimaan cukai rokok itu sendiri. Jadi sebenarnya kita ini sudah dibodohi, sudah tahu rugi tapi tetap dipertahankan dan dikerjakan. Inilah cara berpikir orang-orang tertentu yang bodoh,” tutur kata Prof Farid A Moeloek, Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dalam acara Peningkatan Cukai Rokok: Antara Kepentingan Ekonomi dan Kesehatan di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (17/2/2010).

Prof Farid mengatakan, rokok adalah pintu gerbang menuju kemaksiatan, penurunan moral dan lost generation. “Tidak ada orang yang minum alkohol, terkena HIV, atau memakai narkoba tanpa merokok terlebih dahulu,” kata Prof Farid yang juga mantan menteri kesehatan ini.

“Menurut agama saja menghisap rokok adalah kegiatan yang mubazir atau makruh. Memang dilema, di satu sisi negara butuh uang tapi di sisi lain banyak yang dirugikan akibat rokok,” tambahnya.

Dalam UU Kesehatan No.36 Tahun 2009 disebutkan bahwa nikotin adalah zat aditif, sama halnya dengan alkohol dan minuman keras. “Jadi rokok harusnya juga diperlakukan sama dengan narkoba. Artinya kalau narkotik tidak diiklankan, merokok juga harusnya tidak boleh. Masalah rokok juga harus ditangani secara spesial,” ujarnya.

Kenaikan cukai tembakau rokok sebesar 15 persen menurut Prof Farid dianggap tidak akan berpengaruh.
Pertama, karena rokok mengandung nikotin yang bersifat candu, jadi bagaimanapun juga orang akan terus mencari dan mencari rokok untuk memenuhi kebutuhannya.
Kedua, grafik elastisitas rokok bersifat inelastis, jadi kenaikan harga rokok tidak akan terlalu mengurangi konsumsi rokok.
Ketiga, pertambahan penduduk terus terjadi dan hal ini memungkinkan semakin banyak orang yang merokok.

Untuk itu solusinya adalah, perlu regulasi atau Peraturan Pemerintah (PP) khusus yang mengatur ketat penggunaan rokok. Sebenarnya sudah banyak UU yang mengatur tentang rokok, misalnya UU Kesehatan No 36/2009, UU Penyiaran No 33/1999, UU Perlindungan Anak No 23/2002, UU Psikotropika No 5/1997 dan UU Cukai No 39/2007.

“Di situ ada aturannya nikotin harus dibagaimanakan. Tapi karena UU itu berjalan sendiri-sendiri maka tujuannya jadi tidak tercapai. Yang dibutuhkan hanya harmonisasi UU,” katanya.

Peningkatan cukai rokok juga menurut Prof Farid harus didistribusikan pada kegiatan-kegiatan untuk menangani sektor kesehatan. “Perokoklah yang membayar cukai tembakau sehingga sudah semestinya dana cukai dikembalikan untuk memperbaiki kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Posted by: fuadbayt | 9 Februari 2010

Jakarta - KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sering meminta agar Indonesia jujur dalam ber-Indonesia. Ungkapan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap bangsa Indonesia yang belum sepenuhnya mengakui keberagaman yang ada.

“Indonesia sangat plural, multibangsa, multietnik dan multiagama. Sekarang pemahaman kita belum sampai pada penghormatan atas hal-hal itu,” ujar staf pengajar Fisip UI Isbodroini Soejanto dalam dialog interaktif mengenang Gus Dur di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Isbodroini menjelaskan, ketidakjujuran bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan banyaknya daerah yang memberlakukan Perda-perda syariah. “Saat ini Perda-perda syariah bermunculan seperti di Jabar dan daerah-daerah lain sebagai manifestasi penduduk yang beragama Islam. Terus yang bukan muslim bagaimana?” kritiknya.

Menurut Isbodroini, Perda-perda tersebut sangat bertentangan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang selama ini jadi pegangan bangsa. Hal ini juga diperparah dengan sikap elite politik yang terkesan tidak peduli dengan kondisi tersebut.

“Elit tidak bisa mengerti seperti itu dan makin lama makin subur pemahaman seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, mantan Jubir Gus Dur Wimar Witoelar yang juga ikut hadir mengaku paham dengan kritikan Gus Dur tersebut. Oleh karena itu, menurut WImar, dari awal Gus Dur tidak pernah meminta adanya penyeragaman dalam setiap perbedaan di bangsa ini.

“Kalau ada perbedaan itu harus diakui bukan malah diseragamkan,” tandasnya.

Posted by: fuadbayt | 5 Februari 2010

Ternyata Kulit Kita Bisa Mendengar:

Tak hanya dengan telinga, menurut penelitian terbaru, kita ternyata juga bisa mendengarkan lewat kulit. Berdasarkan percobaan bersama para sukarelawan yang mendengarkan suku-suku kata tertentu, sementara udara diembuskan pada kulit mereka, terbukti bahwa otak manusia menerima dan menyatukan informasi dari berbagai indra untuk membentuk gambaran daerah sekitar.

Disandingkan dengan penelitian-penelitian baru lainnya, penemuan ini menyentil pandangan tradisional tentang cara kita mengamati sekeliling kita.

“Penemuan ini jauh berbeda dari pendapat-pendapat tradisional yang mengatakan bahwa karena kita punya mata maka kita pikir kita melihat informasi visual, dan karena punya telinga maka kita mendengar informasi audio. Pendapat ini agak menyesatkan,” kata peneliti Bryan Gick dari Universitas British Columbia, Vancouver.

“Penjelasan yang lebih tepat adalah karena kita punya otak maka kita bisa mengamati, bukan karena kita punya mata dan telinga untuk melihat dan mendengar.”

Dengan kemampuan seperti ini, Gick memandang manusia sebagai “alat pengamat dengan seluruh tubuh”.

Penelitian ini, yang dibiayai oleh Natural Sciences, Dewan Ilmu Teknik Kanada dan Institut Nasional Kesehatan (Kanada), dijabarkan dalam jurnal Nature edisi 26 November.

Cara pengamatan kita

Hasil kerja Gick berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kita bisa melihat suara dan mendengar cahaya, walaupun kita tak menyadarinya. Menurut Gick, penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa, bila kita mengamati bibir orang lain bergerak dan kita menyangka orang itu berbicara, maka daerah pendengaran otak kita menjadi aktif.

Para ilmuwan menjelaskan kemampuan pengindraan seperti itu sebagai hasil dari pengalaman. Karena kita sering melihat dan mendengar orang berbicara, selayaknya kita belajar menyatukan yang terlihat dengan yang terdengar.

Penjelasan alternatifnya ialah adanya suatu kemampuan tersembunyi. Maka dari itu, Gick dan koleganya, Donald Derrick, yang juga dari Universitas British Columbia, mempelajari dua indra yang biasanya tidak disandingkan, yaitu pendengaran dan peraba, untuk melihat dasar dari persepsi.

Bagaimana kulit mendengar

Tim penelitian melakukan fokus pada suara-suara yang mengeluarkan embusan napas ketika diucapkan, seperti “pa” dan “ta”, dan juga suara-suara tanpa embusan, seperti “ba” dan “da”.

Para partisipan yang matanya ditutup mendengarkan suara pria yang mengucapkan keempat suku kata itu dan harus menekan tombol untuk menjawab, apakah suara yang mereka dengar itu “pa”, “ta”, “ba”, atau “da”. Para partisipan terbagi dalam tiga kelompok, masing-masing 22 orang. Grup pertama mendengarkan semua suku kata itu sementara udara diembuskan ke tangan mereka. Grup kedua dengan hembusan ke leher. Adapun grup ketiga tanpa embusan sama sekali.

Sekitar 10 persen dari total kejadian adalah, ketika udara diembuskan ke kulit, para partisipan salah menebak suku kata yang mestinya tidak berembusan sebagai yang berembusan. Jadi, ketika “ba” diucapkan, partisipan yang menerima embusan udara mengira mereka mendengar “pa”. Grup pengendali tidak menunjukkan terjadinya salah tangkap seperti itu.

Penelitian lanjutan, saat para partisipan disentuh kulitnya, bukan diembuskan udara, menunjukkan bahwa tak terjadi kesalahan antara suara yang memiliki embusan atau tidak.

Selanjutnya, Gick sedang bekerja dengan sejumlah ilmuwan dari Universitas California, San Fransisco, untuk menemukan bagaimana otak bisa menyatukan berbagai indra.

Older Posts »

Categories